Bakal Gratiskan Biaya KPR

Kepala Tubuh Kebijaksanaan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, membuka peluang bila pemerintah akan memberi rangsangan baru untuk bagian perumahan. Pertolongan itu searah dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) semasa epidemi Covid-19. Walau begitu, Febrio belum menguraikan selanjutnya bentuk rangsangan perumahannya bakal jadi apa. Mungkin itu berbentuk rileksasi atau pembebasan cicilan inti atau bunga untuk Credit Kepemilikan Rumah (KPR) optimal Rp 500 juta.

“Ada banyak saran, (apa) 2020 atau mungkin tidak harus 2020, tetapi 2021? Beberapa yang sedang kami melihat ialah rumah,” kata Febrio, seperti diambil Sabtu (26/9/2020).

Febrio juga menjelaskan, pemerintah belum mempersiapkan pola rangsangan perumahan itu dengan cara detil, ditambah apakaha masalah KPR.

“Jika rumah, menariknya ialah itu bangunan. Bagian konstruksinya, multiplier-nya besar, memakai beberapa orang,” papar Febrio.

Awalnya, Kewenangan Layanan Keuangan (OJK) pada April 2020 lantas sudah mengalirkan kemudahan buat debitur dampak epidemi corona berkelanjutan. Diantaranya dengan tunda keharusan bayar KPR.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, KPR termasuk juga dalam tipe credit yang dapat direstrukturisasi bila debitur terpengaruh epidemi. “KPR terpengaruh Covid-19, baik langsung atau mungkin tidak langsung masuk di restrukturisasi credit,” katanya beberapa lalu.

Namun, OJK menempatkan beberapa persyaratan untuk beberapa calon penerima faedah. Salah satunya, KPR diberi untuk pembelian rumah type 21, type 22 s/d type 70.

Bantuan bunga diberi untuk enam bulan (April-September 2020).

Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah sedang mengulas beberapa saran baru untuk pelebaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Saran ini akan selekasnya difinalisasi oleh Team Eksekutor, Satgas PC-19, Satgas PEN serta dikoordinasikan dengan Kementerian Keuangan.

Bertepatan dengan pelebaran program, pemerintah terus mempererat usaha mendesak bertambahnya jumlah masalah. u

error: Content is protected !!