Jember Lakukan Pemasangan Rubuha

Tikus adalah salah satunya hama yang seringkali jadi momok di dunia pertanian terutamanya pada komoditas padi. Pergerakan pengaturan hama tikus juga dilaksanakan barisan tani di beberapa wilayah dengan cara pengaturan yang bermacam.

Beberapa langkah dilaksanakan untuk mengatur hama tikus di sawah. Ada yang memakai langkah gopryokan, pengemposan, memakai anjing buru, serta toksin tikus.

Adapula pendayagunaan burung hantu untuk predator / lawan alami tikus dengan membangun rumah burung hantu (roboha) di sawah. Diantaranya, Kabupaten Jember yang sedang terus-menerus lakukan penempatan roboha.

“Saat itu hingga sawah di Ds Sumberagung, Kec Sumberbaru tidak laris disewakan. Bulan Juni 2013 diselenggarakan pergerakan pengaturan tikus dengan beberapa langkah. Faksi Kementan melepas 4 pasang burung hantu serta menempatkan 4 unit tempat tinggalnya.

Koordinator POPT Kabupaten Jember Mukrom memberitahukan jika jumlah rumah burung hantu di daerahnya sekarang ini kurang dari 800 unit.

“Tahun ini terlaporkan, Desa Sabrang menempatkan 35 unit roboha dari dana desa, Gapoktan Desa Sukorejo masang 50 unit serta Gapoktan Desa Karangsono masang 40 unit. Desa Wonorejo menempatkan 20 unit. Desa Wringintelu menempatkan 15 unit.

Suwasto ketua Barisan Tani Sebelas Maret Desa Wringintelu membetulkan jika sudah dilaksanakan penempatan roboha dari budget desa. “Alhamdulillah, sekarang telah dipasang” katanya sekalian mengusung ke-2 telapak tangannya.

Dipakai nya burung hantu untuk salah satunya langkah untuka tangani hama Sebab Burung hantu (Tyto alba) mempunyai rutinitas makan yang unik.

Bergantung ukuran mangsa yang tertangkap, Tyto alba bisa menelan utuh mangsanya atau membaginya dalam ukuran yang makin kecil saat akan ditelan.

Daging serta sisi yang lunak dari badan mangsa akan diolah, sesaat bulu-bulu serta tulang belulang tidak diolah dan dengan cara periodik dimuntahkan kembali lagi berbentuk pellet. Dibanding tipe lain, burung ini memiliki pergerakan metabolisme yang makin tinggi, hingga memerlukan semakin banyak makanan.

Awalnya Direktur Perlindungan Edy Purnawan menyongsong baik kesuksesan program roboha yang dikeluarkan Kementan.

 

error: Content is protected !!