Perkebunan Sawit dan Masyarakat

Perkebunan sawit serta warga tradisi saling sama-sama memerlukan dalam rencana pekerjaan pembangunan ekonomi di wilayah serta Indonesia.

Di propinsi sentral kelapa sawit, banyak barisan warga tradisi yang hidup dari perkebunan sawit. Tetapi sayangnya, ada sekumpulan LSM manfaatkan warga tradisi untuk menyebarkan kedengkian pada perkebunan sawit.

Totok menerangkan banyak perusahaan sawit di daerah Kalimantan belum memperoleh info detail terkait peta rimba tradisi. Sebab infonya belum jelas berkaitan petanya rimba adatnya, karena itu belum dapat memberi info dengan cara mendetailnya.

Pasti yang diinginkan oleh aktor usaha perkebunan kelapa sawit ialah ada agunan kejelasan berupaya serta pelindungan hukum berdasar peraturan. Tidak ada perusahaan yang ingin peruncing masalah dengan warga termasuk juga warga tradisi.

“Waktu perusahaan dapat izin serta melakukan pekerjaan, mendadak ada klaim dari warga tradisi jika area perusahaan jadi daerahnya. Ini membuat perusahaan tidak nyaman. Sesudah investasi keluar lantas ada klaim. Dalam beberapa masalah, klaim dari warga tradisi tidak dibarengi otoritas dari pemerintah yang berkuasa memutuskan Warga Hukum Tradisi,” tutur Totok.

“Masalah rimba tradisi serta perkebunan berlangsung karena ketidaktahuan peraturan. Dalam ini, Kementerian LHK jangan kerja sendiri. Tetapi sertakan seluruh pihak termasuk juga pemda serta Kementerian ATR/BPN,” katanya.

Dia juga mengkritik Ketentuan Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan (LHK) Nomor 83 Tahun 2016 mengenai Perhutanan Sosial.  Sebagai pertanyaan mengapa sawit dilarang dalam pola perhutanan sosial.

Karena itu, pemerintah diinginkan membuat kejelasan buat investasi lewat penerapan peraturan. “Sebab rumor sosial terus digerakkan dengan rumor warga tradisi lantas klaim tanah. Klaim tanah saat ini nuansanya jadi klaim warga tradisi. Serta kebun yang umurnya telah capai beberapa ratus tahun diklaim punyai warga tradisi,” tuturnya.

Pemerintah seharusnya bertambah cermat lihat masalah ini sebab banyak petani datang dari warga tradisi serta lokal ditempat. “Petani sawit dari warga ditempat seharusnya dilindungi . Untuk contoh, petani yang diklaim berada di teritori rimba hadapi ketidaktetapan,” katanya.

error: Content is protected !!